Ketika Waktu Berlalu
Tak terasa sudah lebih dari 2 tahun aku berada di tempat ini.Teringat bagaimana pertama kali aku memberanikan diri menapakkan kaki disini, ditempat yang sangat asing, bahkan belum pernah ku bayangkan sebelumnya. Ya inilah tempatku beradu nasib sekarang, Purwokerto kota ngapak dengan khas mendoannya. Sesampainya di terminal Purwokerto, hal pertama yang terpikirkan olehku adalah kembali pulang. "Tempat ini sangat asing olehku, aku ingin pulang saja" gumamku dalam hati. Tapi tak berani kuucapkan pada seseorang yang saat itu menjadi salah satu kekuatanku untuk memberanikan diri ke tempat ini tanpa kedua orangtuaku. Dialah yang rela susah payah mengantarku untuk tes di beberapa perguruan tinggi, mencarikanku tempat tinggal yang nyaman, dan hal-hal lainnya. Dialah tempatku berkeluh kesah, ya dialah yang diamanahkan untuk menjagaku disini. Waktu demi waktu, pada akhirnya ia berlalu begitu saja. Meninggalkanku tanpa peduli bahwa aku hanya sendiri di tempat asing ini tanpa dia. Sempat ku berfikir, sanggupkah aku melalui hari-hari ditempat asing ini tanpanya? bagaimana jika terjadi sesuatu padaku disini? siapa lagi yang akan menjagaku disini? hampir saja aku lupa bahwa ada Dia yang senantiasa menjagaku, tempatku berkeluh kesah dan mengadukan nasib. Ya dialah Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang tak akan meninggalkanku. Sebagaimana Dia berfirman: " Jika hamba-Ku mendekati-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekatinya satu hasta, dan jika dia mendekati-Ku satu hasta Aku akan mendekatinya satu depa. Jika dia datang pada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari (HR. Bukhari)." Waktu demi waktu hatiku mulai mengikhlaskan, memaafkan hal-hal yang membuatku kecewa, memulai hari-hari baruku tanpa kekhawatiran. Dengan semangat baru, ku tanamkan dalam diriku bahwa "Cukuplah Allah sebagai penolongku, dan Allah adalah sebaik-baiknya penolong. (QS.Ali Imran: 173)" :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar